Blog

South to South Learning Exchange (SSE) 2025: Menguatkan Kolaborasi Lintas Negara untuk Ketangguhan Lokal di Asia

Bali, PKPA Indonesia – Sebagai upaya memperkuat pembelajaran lintas negara dan kolaborasi antar mitra kemanusiaan di kawasan Asia, kegiatan South to South Learning Exchange (SSE) Workshop 2025 resmi digelar pada 3–7 November 2025 lalu di Bali, Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh 64 peserta yang mewakili Local Humanitarian Partner (LHP) dan Country Project Unit (CPU) dari Indonesia, Myanmar, Pakistan, dan Bangladesh. Selain itu, turut hadir pula perwakilan dari konsorsium NGO internasional yaitu Welthungerhilfe (WHH) dan Malteser International, serta Project Management Unit (PMU) sebagai bagian dari dukungan penguatan kapasitas dan jejaring kemanusiaan di tingkat regional.

Melalui berbagai sesi interaktif dan tematik, peserta difasilitasi untuk saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta strategi advokasi dalam pelaksanaan program kemanusiaan. Beberapa sesi utama dalam kegiatan ini antara lain:

  1. Sharing Session HOIFA tentang People-Centered & Gender-Sensitive Approach
  2. Talkshow Women Leadership: “A Journey of Woman Leadership”
  3. Sharing Session Peer Mentoring
  4. Diskusi Financial Management and Fund Flexibility
  5. Learning from Regional and Global Progress on Localization and Grand Bargain bersama NEAR dan LokaNusa
  6. Networking Session & Cultural Night
  7. AHA Session
  8. Risk Sharing Session

Tujuan utama dari SSE 2025 adalah untuk:

  • Memfasilitasi pembelajaran dan berbagi lintas negara di antara empat negara peserta.
  • Meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta dalam memperkuat kinerja program.
  • Memperkuat jaringan dan membina kemitraan berkelanjutan untuk kolaborasi di masa depan di kawasan Asia.
  • Mengkaji dan membahas strategi keluar (exit strategy) yang potensial bagi keberlanjutan program.

Kegiatan South to South Learning Exchange juga menegaskan pentingnya jaringan ToGETHER sebagai platform kolaboratif bagi LHP untuk bertukar pengetahuan, tantangan, dan inovasi. Melalui ruang ini, para mitra diharapkan dapat memperkuat kapasitas bersama, mendorong pembelajaran lintas negara, dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan di tingkat kawasan. (DMC_Fauzan)

Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

Kontak Pengaduan Kasus