
Banten, PKPA Indonesia – Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) secara resmi memulai pelaksanaan Program B-CaRE (Banten Community Empowerment) melalui sesi Kick-Off pada 17 November 2025 secara daring di 2 lokasi yaitu Kota Medan dan Provinsi Banten. B-CaRE adalah sebuah inisiatif pemberdayaan komunitas selama enam bulan yang didukung oleh Mercy Relief Singapore. Program ini akan dijalankan di tiga desa mitra yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, wilayah yang memiliki tantangan akses layanan dasar sekaligus potensi sosial ekonomi yang perlu diperkuat.
Sebagai kelanjutan dari keberhasilan program BEST (Banten Health and Resilience) yang diperuntukan untuk membangun ketangguhan komunitas di kawasan rawan bencana, Program B-CaRE dirancang untuk memberikan intervensi yang lebih terarah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terkait akses air bersih, manajemen pengolahan sampah berbasis masyarakat, serta peningkatan pendapatan bagi orang muda melalui kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Kick-off ini juga dirangkaikan dengan sesi induksi program yang mencakup pengenalan lebih menyeluruh mengenai tujuan, pendekatan, dan keluaran Program B-CaRE kepada seluruh tim lapangan dan pemangku peran terkait. Dalam sesi tersebut, PKPA juga menyampaikan orientasi mengenai Personalia, Keuangan, serta Digital Media & Communication (DMC).
Melalui pelaksanaan Program B-CaRE, PKPA berharap dapat memperkuat ketahanan komunitas serta mendorong kemandirian masyarakat di wilayah Banten, sejalan dengan komitmen bersama untuk membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan inklusif bagi semua kelompok, terutama orang muda.
Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
