Blog

PKPA Perkuat Komitmen Perlindungan Anak di Ranah Digital dengan Berpartisipasi dalam FutureFAM Summit 2026

Sebagai wujud nyata komitmen PKPA dalam melindungi anak di ranah digital, PKPA turut menghadiri FutureFAM Summit 2026 yang diselenggarakan di Jakarta dalam rangka memperingati Safer Internet Day (SID) 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak di dunia digital.

Perkembangan teknologi digital kini menjadi bagian yang sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari anak. Di sisi lain, kondisi ini juga meningkatkan berbagai risiko yang dihadapi anak. Peta Jalan Perlindungan Anak tahun 2025 mencatat sejumlah ancaman di ruang digital, mulai dari eksploitasi seksual anak, kecanduan pornografi, penggunaan gawai dan durasi layar (screen time) yang berlebihan, hingga berbagai bentuk kekerasan dan paparan berbahaya secara daring.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menegaskan pentingnya peran orang tua dan literasi digital dalam pengasuhan anak.

“Anak tumbuh dari keluarga, sehingga orang tua perlu dibekali literasi digital. Keluarga adalah lingkungan terdekat sekaligus sekolah pertama bagi anak untuk membangun karakter. Kemenko PMK telah meluncurkan inisiatif ‘1 Jam Bersama Anak’ untuk mendorong waktu berkualitas tanpa gawai, sehingga anak tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan pendampingan orang tua,” ujar Woro.

Rangkaian Agenda Edukatif

FutureFAM Summit menghadirkan beragam sesi interaktif yang menggabungkan seni, diskusi, dan pelatihan teknis, antara lain:

1. Seni Edukatif
Penampilan mini teater “Bertahan untuk Bertumbuh” oleh penyintas dari Yayasan Bandungwangi yang mengangkat isu kekerasan dan eksploitasi seksual anak secara daring.

2. Dialog Orang Tua
Sesi Open Mic dan talkshow “Keluarga Tangkas di Era Digital” yang membahas praktik baik pengasuhan digital serta informasi mengenai kanal pelaporan kejahatan siber.

3. Workshop Teknis Meta
Pelatihan mengenai fitur kontrol orang tua pada Instagram, Facebook, dan WhatsApp, termasuk aktivasi Teen Accounts serta metode komunikasi menggunakan “Kartu Percakapan”.

4. Eksplorasi Kecerdasan Buatan (AI)
Sesi “Smart Tech, Safer Tomorrow: Navigating the AI Frontier” yang terbagi dalam tiga workshop, yaitu:

  • Workshop pertama oleh Next Generation (NXG) Indonesia / ID-COP yang membahas risiko AI bagi anak, termasuk AI-CSAM, serta potensi AI dalam mendukung kerja organisasi masyarakat sipil.
  • Workshop kedua oleh Google yang membahas aspek keamanan dalam penggunaan AI.
  • Workshop ketiga oleh Google dan Kita Bisa yang membahas pemberdayaan organisasi masyarakat sipil melalui pemanfaatan AI untuk kebaikan (AI for Good).

Dalam kesempatan ini, PKPA juga menghadirkan booth informasi sebagai media edukasi dan perkenalan berbagai inisiatif lembaga, khususnya program perlindungan anak di ranah digital. Partisipasi PKPA dalam FutureFAM Summit ini diharapkan dapat mempertegas komitmen PKPA dalam memperkuat kapasitas keluarga dalam mewujudkan ruang digital yang lebih aman dan ramah bagi anak. (DMC_Annisa)

Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

Kontak Pengaduan Kasus