
Mataram, PKPA Indonesia – Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Indonesia menggelar kegiatan Children & Youth Consultation di Mataram, Lombok, pada Sabtu, 24 Januari 2026 melalui dukungan Kindernothilfe (KNH) dan Kementerian Jerman. Kegiatan ini mengangkat tema “Stopping Cybercrime Against Children: More Safety and Protection on the Internet”, yang menyoroti pentingnya perlindungan anak dan remaja dari ancaman kejahatan siber di ruang digital yang kian masif. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, perwakilan sekolah, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Mataram.
Dalam sambutannya, Koordinator PKPA Lombok menyampaikan bahwa Children & Youth Consultation bukan sekadar agenda ceremonial, tetapi bagian dari strategi jangka panjang PKPA dalam mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya DP3A. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak di ranah daring tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi nyata antar lembaga.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Mataram dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif PKPA Indonesia dalam memfasilitasi partisipasi anak dan remaja. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat sipil, sekolah, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan ramah anak. DP3A Kota Mataram juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan komunitas anak dan remaja sebagai bagian dari strategi pencegahan kekerasan terhadap anak di tingkat lokal.



Konsultasi ini dirancang sebagai ruang aman bagi anak dan remaja untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta aspirasi mereka terkait keamanan berinternet. Berbagai isu dibahas dalam forum ini, mulai dari ancaman kejahatan siber, perlindungan data pribadi, hingga pentingnya literasi digital sebagai langkah pencegahan kekerasan terhadap anak di ranah daring.
Rangkaian kegiatan berlangsung sepanjang hari melalui sejumlah sesi terstruktur, mulai dari pemaparan child safeguarding, diskusi pembentukan komunitas, penguatan kepemimpinan anak dan remaja, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah peresmian Komunitas Anak dan Remaja “Gas Mataram” oleh DP3A Kota Mataram, sebagai wadah partisipasi anak dan remaja dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
Ke depan, Komunitas “Gas Mataram” akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari PKPA Indonesia melalui berbagai program edukasi, kampanye, dan penguatan kapasitas. Program tersebut diarahkan pada pencegahan kekerasan terhadap anak, baik yang terjadi secara langsung maupun di ranah daring, sekaligus mendorong anak dan remaja menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak. (DMC_Faruq)
Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
