
Dalam upaya memperkuat literasi digital sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman kejahatan siber, PKPA berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Palu menghadirkan sesi edukasi Keamanan Digital dalam rangkaian Kemah Pustaka Budaya bagi siswa SMP/MTs Negeri dan Swasta se-Kota Palu. Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Kreativitas dan Cakap Digital di Kalangan Pelajar” ini berlangsung pada Sabtu (1/8) di Gedung Layanan Perpustakaan Kota Palu, Jalan Soekarno Hatta, dan diikuti oleh perwakilan pelajar dari berbagai SMP/MTs di Kota Palu.
Pada kesempatan tersebut, PKPA menghadirkan Rezky Amaliah sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai Keamanan Digital dan Etika Berinternet bagi Remaja. Sesi edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar untuk melindungi diri saat beraktivitas di internet.
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya menjaga data pribadi sebagai langkah awal melindungi diri di ruang digital. Materi yang disampaikan menekankan bahwa informasi seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, kata sandi, hingga lokasi keberadaan merupakan data yang perlu dijaga kerahasiaannya dan tidak boleh dibagikan sembarangan melalui media sosial maupun platform digital lainnya.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai perundungan siber (cyberbullying) dan kekerasan berbasis siber. Mereka diperkenalkan pada berbagai bentuk tindakan yang termasuk dalam perundungan digital, dampak yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan mental dan kehidupan sosial korban, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut, seperti menyimpan bukti, memanfaatkan fitur pelaporan, memblokir pelaku, dan mencari bantuan kepada orang tua, guru, atau pihak yang dipercaya.



Materi berikutnya mengajak para pelajar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi arus informasi yang semakin deras di ruang digital. Peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengenali berita bohong (hoaks), memverifikasi informasi sebelum membagikannya, serta pentingnya menjadi pengguna media digital yang bertanggung jawab agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Sebagai bentuk penguatan keterampilan praktis, peserta juga dibekali langkah-langkah sederhana untuk meningkatkan keamanan akun digital, mulai dari membuat kata sandi yang kuat dan unik hingga mengenali berbagai modus penipuan daring seperti phishing yang kerap memanfaatkan tautan maupun pesan palsu untuk mencuri data pribadi pengguna.
Melalui sesi edukasi ini, para peserta diharapkan memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk belajar dengan tetap mampu melindungi diri dari berbagai risiko di ruang digital. Literasi keamanan digital menjadi bekal penting bagi pelajar untuk menjadi warga digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Kemah Pustaka Budaya sendiri merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu sebagai wadah pembinaan karakter serta penguatan budaya literasi bagi pelajar tingkat SMP/MTs Negeri dan Swasta se-Kota Palu. Kolaborasi dengan PKPA dalam menghadirkan materi Keamanan Digital menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan ramah bagi anak serta remaja. (DMC)
Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
