
Puncak Perayaan Hari Anak Sedunia dan Hari Penyandang Disabilitas Internasional berlangsung meriah di Sentra Nipotowe, Kota Palu, dengan melibatkan peserta dari Sekolah Menengah Pertama, kelompok residensial di bawah naungan Kementerian Sosial Sentra Nipotowe, perwakilan siswa SLB Kota Palu, komunitas Digital Safety, pemerhati isu disabilitas, DP3A Provinsi Sulawesi Tengah, dan DP3A Kabupaten Sigi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program Stopping Cyber Crime Against Children: More Safety and Protection on The Internet atau yang dikenal sebagai Global Program (GP) dengan dukungan dari KNH Germany.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan ruang yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh anak, termasuk anak dengan disabilitas. Acara dibuka dengan penampilan tari dari komunitas anak dampingan PKPA Digital Safety yang menunjukkan kreativitas dan keberanian anak-anak dalam mengekspresikan diri.
Pada sesi pembukaan, Ibu Diah selaku Kepala Sentra Nipotowe menyampaikan, “Momentum ini adalah ruang belajar untuk kita semua, terutama orang dewasa, dalam memahami inklusivitas. Pada kegiatan ini, anak-anak juga mendapatkan ruang untuk mengekspresikan diri mereka. Setiap anak memiliki hak dan kesempatan yang sama. Mari maknai hari ini sebagai hari untuk kita semua berbahagia tanpa diskriminasi dan tanpa ada kelompok yang merasa tertinggal.”
Zainul, selaku Koordinator Area Sulteng PKPA, turut menambahkan, “Perayaan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan kesempatan berpartisipasi di ruang publik. Hari ini bukan hanya anak-anak yang belajar, tetapi kita semua belajar bagaimana menciptakan ruang yang aman dan inklusif.”
Selain penampilan seni, acara juga menghadirkan Talk Show Inklusif dengan narasumber: Ka Astri selaku Tenaga Ahli Pratama Sentra Nipotowe, Irmansyah selaku ODD yang berbagi praktik baik, serta Ibu Orna sebagai pendidik di SLB Cahaya Nurani. Talk show dipandu oleh Tasya, perwakilan dari Youth Digital Safety. Diskusi berfokus pada pentingnya lingkungan digital yang aman, inklusif, dan mendukung partisipasi anak, termasuk anak dengan disabilitas. Dalam sesi ini, anak-anak berkesempatan menyampaikan pandangan mereka terkait isu perlindungan anak, inklusi, dan keamanan digital.



Melalui kegiatan puncak ini, diharapkan semakin banyak pihak tergerak untuk berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak—termasuk anak penyandang disabilitas—di Kota Palu dan sekitarnya. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan petisi bersama sebagai komitmen untuk mewujudkan ruang yang aman dan inklusif di Kota Palu.
“SELAMAT HARI ANAK SEDUNIA dan SELAMAT MEMPERINGATI HARI PENYANDANG DISABILITAS INTERNASIONAL.” (DMC_Rezky)
Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
