Blog

PKPA Gelar Sosialisasi Informasi Risiko dan Peringatan Dini Adaptif bagi Perempuan dan Kelompok Rentan di Aceh Tamiang

Sesi paparan dari Sosialisasi Informasi Risiko, Perkiraan, dan Peringatan Dini Adaptif dalam Program INONG. (Foto oleh: PKPA Indonesia)

Aceh Tamiang, PKPA Indonesia – Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melalui Program INONG melaksanakan Sosialisasi Informasi Risiko, Perkiraan, dan Peringatan Dini Adaptif pada 13 November 2025 lalu di Desa Kuala Peunaga, Kecamatan Bendahara. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat—khususnya kelompok perempuan dan kelompok rentan—tentang tanda-tanda banjir, ambang batas siaga, serta mekanisme peringatan dini berbasis komunitas yang telah dirumuskan sebelumnya.

Sosialisasi yang berlangsung di Balai Desa Kuala Peunaga ini diikuti oleh 40 peserta. Kegiatan dibuka oleh Koordinator Lapangan Program INONG PKPA Aceh Tamiang, Muhammad Khadafi, yang menyampaikan latar belakang pelaksanaan program serta menekankan pentingnya sosialisasi ini agar seluruh masyarakat memiliki pemahaman yang sama terkait informasi risiko dan langkah antisipasi banjir.

Sesi utama dipandu oleh Sulaiman, S.Sos., dari BPBD Aceh Tamiang. Ia memaparkan manajemen penanganan bencana dan alur sistem informasi peringatan dini, termasuk hasil workshop sebelumnya mengenai identifikasi pemicu, ambang batas, serta mekanisme peringatan dini. Sulaiman juga mengulas kembali pemicu lokal seperti intensitas hujan tinggi, kenaikan muka air sungai, dan erosi tebing sungai. “Sistem informasi peringatan dini akan efektif jika masyarakat memahami tanda-tanda dan tahu langkah apa yang harus diambil. Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci mengurangi risiko banjir,” ujarnya.

Para peserta menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kesempatan untuk memahami lebih dalam mekanisme peringatan dini yang akan diterapkan di desa mereka. Banyak yang mengaku materi tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian apresiasi dari pihak Kecamatan Bendahara melalui Indra Hadi. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang dijalankan PKPA.

“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama karena banjir menjadi ancaman tahunan di wilayah kita. Sosialisasi ini membantu warga memahami apa yang harus dilakukan sejak dini. Kami dari pihak kecamatan sangat mengapresiasi Program INONG dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut demi keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, PKPA dan mitra Program INONG berhasil memperluas penyebaran informasi risiko serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Desa Kuala Peunaga terhadap ancaman banjir. Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem peringatan dini yang responsif gender, inklusif, dan berbasis komunitas. (DMC_Khadafi)

Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

Kontak Pengaduan Kasus