Blog

PKPA dan YSBI Perkuat Semangat Belajar Anak Terdampak Banjir melalui Bantuan Tas Sekolah Ramah Lingkungan

Koordinator Disaster Management Unit (DMU) Yayasan PKPA berfoto bersama dengan anak penerima tas ramah lingkungan di Desa Pengidam. (Foto Oleh: Yayasan PKPA)

Aceh Tamiang, PKPA Indonesia – Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) bersama Yayasan Sinergi Berkelanjutan Indonesia (YSBI) menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 115 anak terdampak banjir di Desa Pengidam dan Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan pascabencana sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan.

Sebanyak 69 anak di Desa Pengidam dan 46 anak di Desa Rantau Bintang menerima masing-masing satu tas sekolah dan satu pouch bag. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi anak-anak yang belum memperoleh tas sekolah pada pendistribusian sebelumnya, sehingga dukungan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara merata.

Datok Penghulu Desa Rantau Bintang, Miswar, mengapresiasi kepedulian yang terus ditunjukkan oleh PKPA dan YSBI kepada masyarakat, meskipun bencana telah berlalu selama delapan bulan.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang masih terus diberikan kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak, karena dapat menambah semangat mereka untuk terus bersekolah dan menatap masa depan dengan lebih optimis,” ujarnya.

Perwakilan YSBI, Rangga, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak. Melalui kolaborasi bersama PKPA, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak terdampak bencana,” katanya.

Keunikan dari bantuan ini terletak pada tas sekolah yang didistribusikan. Seluruh tas merupakan hasil upcycling limbah tekstil berkualitas, seperti bahan jeans dan kain sejenis, yang diolah kembali menjadi produk baru yang fungsional dan memiliki nilai guna tinggi. Pendekatan ini tidak hanya mendukung kebutuhan pendidikan anak, tetapi juga mendorong praktik pemanfaatan kembali material yang ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi ini, PKPA dan YSBI berharap bantuan yang diberikan dapat membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih percaya diri, sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap upaya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah tekstil. Dukungan terhadap pendidikan dan lingkungan diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat menuju pemulihan yang berkelanjutan pascabencana di Aceh Tamiang.

Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

Kontak Pengaduan Kasus