
Aceh Tamiang, PKPA Indonesia – Tim ER PKPA bersama Mercy Relief melaksanakan distribusi bantuan dan pengadaan Dapur Umum di Aceh Tamiang selama tiga hari pada 9–11 Desember 2025 lalu yang menjangkau tiga dusun berbeda.
Setelah berjuang menembus lumpur tebal untuk mendirikan Dapur Umum, Tim ER menginap di salah satu rumah yang dijadikan tempat pengungsian warga. Malam itu menjadi saksi kelelahan sekaligus tekad tim untuk terus melanjutkan misi kemanusiaan. Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan menuju desa kedua, Desa Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka. Perjalanan sepanjang kurang lebih tiga jam dari Kota Kuala Simpang tidak menyurutkan semangat tim.
Sebelum tiba, tim melewati Desa Babo. Sejak memasuki desa, pemandangan mengiris hati tampak jelas—bangunan-bangunan hancur, sebagian rata dengan tanah. Hamparan hijau yang dahulu menyejukkan mata kini berganti lumpur sejauh pandangan.
Memasuki perbatasan Desa Pantai Cempa, kantor desa terlihat rusak parah. Tim PKPA kemudian menuju lokasi Dapur Umum di area yang lebih tinggi. Namun kondisi di sekitar lokasi tak jauh berbeda—hanya beberapa rumah yang masih bertahan. PKPA menurunkan bantuan dan mendirikan Dapur Umum di Posko Desa Pantai Cempa. Sambutan hangat, senyum tulus, dan mata penuh harap menyambut kedatangan tim. Sebagai desa dampingan PKPA, Dapur Umum ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, agar tetap memperoleh makanan bergizi dan mampu mengelola bantuan yang tersedia.


Melalui kemitraan ini, PKPA terus membantu masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini selaras dengan pernyataan Koordinator Disaster Management Unit (DMU) PKPA:
“Pada fase pertama, kami bersyukur dapat mendirikan tiga Dapur Umum, masing-masing di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru; Desa Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka; serta Desa Sulum, Kecamatan Sekerak. Seluruh dukungan ini dilengkapi dengan peralatan memasak dan logistik bahan pangan yang didistribusikan secara reguler kepada masyarakat, sehingga proses pemulihan dan pemenuhan kebutuhan dasar dapat terus berjalan,” jelasnya.
“Terima kasih atas bantuan Dapur Umum ini. Bantuan sembako dan sayuran sangat berarti bagi kami. Dengan ini, kami bisa mengolah makanan agar anak-anak mendapatkan gizi yang baik,”
— Datok Desa Pantai Cempa
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, salah satu desa yang masih terisolasi. Akses menuju desa tersebut terhambat karena jembatan utama tertutup bongkahan kayu besar yang hanyut terbawa banjir. Akibatnya, distribusi bantuan hanya dapat dilakukan menggunakan perahu. Tim PKPA mendistribusikan bantuan dengan cara menurunkan barang dan melangsirnya menggunakan perahu menuju Desa Sulum. Setibanya di lokasi, tim disambut dengan hangat oleh masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, Pak. Dari bantuan ini akhirnya anak-anak kami bisa makan makanan sehat. Sejak banjir, anak-anak hanya makan mi instan,”
— Ibu Ani, warga Desa Sulum
Dampak banjir di Desa Sulum tergolong sangat besar. Hingga kini, desa tersebut masih mengalami keterbatasan akses jalan, bahan makanan, air bersih, serta layanan kesehatan. “Terima kasih PKPA. Dengan adanya Dapur Umum ini, kami bisa mengelola bantuan bahan makanan yang diberikan,” ujar salah satu warga. Melalui Dapur Umum, bahan pangan yang disalurkan diolah menjadi hidangan hangat bagi keluarga yang kehilangan rumah dan peralatan memasak, agar anak-anak tetap dapat makan dengan layak dan kembali memiliki semangat untuk pulih. (DMC_DMU)
Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
