Blog

Digital Safety dan HEDIPRO Dampingan PKPA Hadir dalam Perayaan Hari Anak Sedunia, Dorong Literasi Digital dan Perlindungan Anak di Indonesia

Jakarta, PKPA Indonesia – Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia, Save the Children Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyelenggarakan rangkaian kegiatan partisipatif bertema “Listen to the Future: Anak-anak yang Tangguh Menghadapi Tantangan Digital, Iklim, dan Pemenuhan Hak Anak Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan ini menghadirkan perwakilan anak dampingan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dari dua kelompok advokasi: Digital Safety dari Kota Palu dan Hedipro (Hero of Digital Protection) dari Kota Medan. Mereka mengikuti perayaan secara offline di Jakarta untuk menyuarakan aspirasi serta gagasan terkait isu-isu strategis yang berdampak pada generasi muda.

Sebagai bagian dari acara, peserta mengikuti dialog bersama pembuat kebijakan. Perwakilan anak dari Hedipro, Najla, berkesempatan menyampaikan suara anak dan berbagi pengalaman menghadapi risiko digital. Dalam kesempatan tersebut, Najla menyampaikan: “Sebagai anak-anak yang suka bermain game dan belajar lewat handphone, orangtuaku membatasi penggunaan handphone. Namun, batasan tanpa penjelasan membuatku merasa terkekang. Kami sadar dunia digital menyenangkan, tapi juga berisiko. Kami butuh pendampingan, komunikasi, literasi digital di sekolah, dan sistem keamanan aplikasi yang lebih baik, misalnya verifikasi orangtua saat mendaftar akun. Dunia digital bukan tempat menakutkan, tetapi harus dijaga bersama agar anak-anak aman dan bijak menggunakannya.”

Ibu Arifah Fauziah dan Ibu Meutya Hafid menekankan bahwa partisipasi anak dalam Hari Anak Sedunia menjadi bukti nyata bahwa pemerintah berkomitmen mendengarkan suara anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Tugas kita adalah memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang aman, kuat, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar mereka.

Perayaan Hari Anak Sedunia juga menghadirkan diskusi panel dengan pemangku kepentingan mengenai strategi nasional perlindungan anak di dunia digital, aksi nyata kolaboratif, serta pemenuhan hak anak menuju Indonesia Emas 2045. Perwakilan anak dari Digital Safety Task Force dan Hedipro juga berkesempatan menjadi fasilitator pada sesi Children and Youth Creative Corner, di mana anak-anak bebas memilih booth dan memimpin kegiatan bersama perwakilan anak dari berbagai komunitas.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh anak Indonesia. Keterlibatan PKPA pada perayaan Hari Anak Sedunia menunjukkan komitmen nyata lembaga ini dalam melindungi anak dari kejahatan baik di ranah digital maupun luring, sekaligus memperkuat literasi dan keamanan digital anak-anak Indonesia. (DMC_Rezky)

Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

Kontak Pengaduan Kasus