Blog

Dari Komitmen ke Aksi: PKPA Hadir dalam Seminar dan Rapat Tahunan PAACLA untuk Wujudkan Indonesia Bebas Pekerja Anak

Mataram, PKPA Indonesia – Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) menghadiri kegiatan Seminar Nasional, Rapat Tahunan, dan Konsultasi Anak yang diselenggarakan oleh PAACLA Indonesia pada 20–22 November 2025 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Tahun ini, tema besar yang diusung adalah “Dari Komitmen ke Aksi: Bersama Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Tanpa Pekerja Anak.” Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perusahaan, organisasi masyarakat sipil, hingga forum anak dari wilayah dampingan PAACLA di Jember dan Lombok. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam mengatasi meningkatnya angka pekerja anak, terutama di sektor pertanian—sektor yang hingga kini masih menjadi penyumbang terbesar praktik pekerja anak di Indonesia maupun dunia.

Melalui seminar nasional, para narasumber berbagi wawasan mengenai implementasi kebijakan global–nasional seperti Corporate Sustainability Due Diligence Directive (CSDDD) yang disahkan pada 2024 serta Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD) yang mulai berlaku sejak 2023. Pembahasan tersebut menekankan pentingnya memastikan rantai pasok pertanian yang bebas dari pekerja anak.

Pada sesi coffee break, PKPA turut memperkenalkan media KIE hasil diskusi anak CAC, yaitu Rubic Face dan Boardgame Bebas Pekerja Anak, yang dikembangkan sebagai sarana edukasi kreatif mengenai isu pekerja anak.

Bersamaan dengan pelaksanaan Rapat Tahunan PAACLA Indonesia, anak-anak terlibat aktif dalam Konsultasi Anak untuk menyampaikan pandangan serta rekomendasi mereka terkait perlindungan anak di sektor pertanian. Dalam Rapat Tahunan, para anggota PAACLA yang terdiri dari pemerintah, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil melakukan refleksi, berbagi pembelajaran, dan merumuskan Rencana Aksi 2025–2028 sebagai upaya memperkuat komitmen nasional menuju sektor pertanian yang lebih aman, berkelanjutan, dan ramah anak.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke Desa Genggelang dan Desa Selelos untuk melihat langsung situasi anak serta praktik pertanian di tingkat komunitas. Melalui momentum ini, PKPA menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi bersama PAACLA Indonesia dan seluruh anggotanya dalam mendorong aksi nyata lintas sektor agar tidak ada anak yang harus bekerja di lingkungan berisiko. Bersama, kita wujudkan pertanian Indonesia yang ramah anak dan berdaya saing global. (DMC_Fauzan)

Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

Kontak Pengaduan Kasus