
Lombok, PKPA Indonesia – Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) turut menyukseskan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 melalui kolaborasi bersama berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi nonpemerintah (NGO), dan komunitas pemerhati anak.
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pendopo Gubernur NTB pada Minggu, 26 Juli 2026 lalu, ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi setiap anak.
Dalam kegiatan tersebut, PKPA menghadirkan Stand Edukasi Literasi Digital yang memberikan pengalaman belajar interaktif bagi anak dan orang tua melalui board game edukatif, poster kampanye perlindungan anak di ruang digital, serta edukasi mengenai pencegahan perundungan siber, eksploitasi seksual daring, dan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan internet. Kehadiran stand ini mendapat antusiasme dari para pengunjung karena menyajikan edukasi yang menarik dan mudah dipahami.



Peringatan Hari Anak Nasional juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni, permainan edukatif, dongeng bersama Gubernur NTB, pameran layanan ramah anak, serta penampilan musikalisasi puisi dari Komunitas Garda Asa Sasambo (GAS) Mataram yang merupakan komunitas dampingan PKPA. Beragam aktivitas tersebut menghadirkan suasana yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga.
Keikutsertaan PKPA dalam peringatan HAN 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, NGO, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat gerakan literasi digital serta perlindungan anak. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan yang semakin aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak di Nusa Tenggara Barat.
Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
