Blog

Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, PKPA Perkuat Pendidikan Inklusif di SLBN 1 Mataram

Mataram, PKPA Indonesia – Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan interaktif di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Mataram yang terselenggara melalui dukungan dari Kindernothilfe (KNH) dan Kementerian Jerman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap pemenuhan hak-hak anak penyandang disabilitas serta mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh siswa-siswi dan guru SLBN 1 Mataram, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, DP3A Kota Mataram, LIDI Foundation, serta sejumlah undangan lainnya.

Acara dibuka oleh Manajer Program PKPA, Fandy Zulmi. Dalam sambutannya, Fandy menekankan pentingnya memperjuangkan kesetaraan hak bagi anak-anak penyandang disabilitas. “Peringatan Hari Disabilitas menjadi momentum untuk menegaskan bahwa anak-anak penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dan tidak boleh mengalami diskriminasi dalam bentuk apa pun,” ujarnya. Ia berharap anak-anak penyandang disabilitas di NTB dapat memperoleh hak yang setara, khususnya dalam akses pendidikan dan perlindungan.

Di samping itu, Kepala SLBN 1 Mataram menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Ia mengapresiasi peran PKPA Lombok dalam mendukung pembinaan anak-anak penyandang disabilitas serta menegaskan pentingnya pemenuhan hak yang setara bagi seluruh siswa. “Mari kita bersama-sama membina anak-anak SLBN 1 Mataram dengan sebaik-baiknya, tanpa perbedaan,” ungkapnya.

Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Sirojudin, S.Pd., turut menyampaikan bahwa PKPA Lombok dapat berperan sebagai pusat edukasi dan kajian bagi dunia pendidikan. Ia menekankan pentingnya penerapan pendidikan inklusif di seluruh satuan pendidikan. Ia mengibaratkan kehidupan sebagai lautan luas yang penuh tantangan. “Kita harus mengarungi lautan itu dengan kesiapan, semangat, dan pengetahuan agar dapat melihat keindahan di dalamnya,” ujarnya.

Selain sambutan, kegiatan ini juga menghadirkan orasi cyber safety yang disampaikan oleh komunitas dampingan PKPA Lombok, yakni Fitri dan Daden. Orasi tersebut memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang aman, seperti menjaga identitas pribadi, tidak mudah percaya kepada orang asing, serta pentingnya pendampingan orang dewasa bagi anak-anak di bawah umur. Edukasi ini bertujuan membekali anak-anak dengan keterampilan digital yang bijak dan aman.

Kegiatan berlangsung semakin meriah melalui berbagai permainan interaktif yang dipandu oleh guru-guru SLBN 1 Mataram, salah satunya permainan “Buka Tutup dan Keluar Masuk” yang menekankan kerja sama dan koordinasi dalam kelompok.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mendongeng yang dibawakan oleh Kak Wawan. Dongeng tersebut mengisahkan Ahmad, seorang anak yang belajar tentang keamanan digital melalui pengalaman sehari-hari. Cerita ini menyampaikan pesan tentang kebijaksanaan, kepatuhan, serta penggunaan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah lomba, pemberian penghargaan kepada peserta pantomim, sesi foto bersama, serta penayangan video dokumentasi. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Kepala SLBN 1 Mataram, perwakilan DP3A, serta tim PKPA Lombok. Melalui kegiatan ini, PKPA Lombok berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan hak-hak anak penyandang disabilitas serta mendorong penggunaan media digital yang aman dan bijak bagi generasi muda. (DMC_Faruq)

Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

Kontak Pengaduan Kasus