Blog

PKPA Gelar Workshop Analisa Peran Gender dalam Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang

Peserta workshop melakukan analisa bersama terkait peran gender dalam aksi kemanusiaan. (Foto Oleh: PKPA Indonesia)

Aceh Tamiang, PKPA Indonesia – Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melaksanakan kegiatan Workshop Analisa Peran Gender dalam Aksi Kemanusiaan/ Humanitarian Gender Analysis Tools (HGAT) pada Rabu dan Kamis, 15–16 Oktober 2025, di Desa Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

Workshop ini diikuti oleh 40 peserta yaitu 26 orang perempuan dan 14 orang laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Ismail Marzuki, selaku manajer program INONG. Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Andi Nur Muhammad dari Yayasan Ekosistem dan Budaya Nusantara (EKOBA) dengan materi tentang kelompok perempuan dalam situasi bencana, serta Nasip dari Yayasan Disabilitas Aceh Tamiang (YDAT) yang memaparkan materi penanganan disabilitas dalam situasi bencana.

Dalam pemaparannya, Nasip menyampaikan pesan penting, “Harapan kita sederhana: tidak ada yang tertinggal dalam aksi kemanusiaan. Mari ubah cara pandang kita dari ‘mengasihani kelompok difable’ menjadi ‘mendukung dan memberikan ruang bagi mereka untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan’, karena kemanusiaan sejati adalah saat kita semua saling mengangkat dan tumbuh bersama.” ujarnya dalam sesi paparan materi penanganan disabilitas dalam situasi bencana pada, Kamis (16/10). Workshop ini menggunakan beberapa metode interaktif, seperti eksplorasi, paparan materi, diskusi kelompok terfokus, dan praktik penggunaan tools HGAT.

Melalui pendekatan partisipatif tersebut, peserta diajak untuk memahami konsep dasar gender, ketimpangan peran, serta bagaimana isu-isu gender memengaruhi kerentanan, kapasitas, dan kebutuhan masyarakat dalam konteks bencana atau krisis. Kegiatan ini juga melatih peserta dalam menilai analisa gender pada sektor – sektor penting seperti kesehatan, hunian, perlindungan, bantuan pangan dan non-pangan, akses air bersih dan sanitasi serta sektor penting lainnya, guna mengintegrasikan hasil analisis gender ke dalam perencanaan dan pelaksanaan program kemanusiaan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan berbagai kelompok.

Fasilitator kegiatan, Ismail Marzuki, menyampaikan bahwa hasil dari workshop ini tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga menghasilkan dokumen analisa peran gender dalam aksi kemanusiaan yang dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan, kebijakan, dan program kemanusiaan di tingkat lokal. Melalui kegiatan ini, PKPA berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat dan perspektif gender menjadi bagian penting dalam setiap aksi kemanusiaan di Aceh Tamiang. (DMC_Khadafi)

Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)

Kontak Pengaduan Kasus