
Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melalui Unit SKA telah menyelenggarakan kegiatan “Evaluasi dan Pembelajaran Pelaksanaan Pendekatan Good Parenting di Kelurahan Lalang” sebagai bagian dari refleksi satu tahun pendampingan keluarga pada 16 Desember 2025 lalu di Hotel Putra Mulia, Medan yang dapat terlaksana melalui dukungan dari Kindernothilfe (KNH). Kegiatan ini menjadi ruang dialog bersama mitra dan pemangku kepentingan untuk menelaah capaian, tantangan, serta strategi keberlanjutan pengasuhan positif di tingkat keluarga dan komunitas.
Selama satu tahun terakhir, PKPA menerapkan Pendekatan Good Parenting dalam pendampingan keluarga, yang utamanya menekankan kehangatan relasi orang tua–anak dan komunikasi terbuka. Pendekatan ini diimplementasikan melalui pelatihan pengasuhan, pertemuan rutin orang tua, dan home visit yang dilakukan dalam tiga tahap: pola asuh, komunikasi efektif, dan pilar perlindungan anak.
Hasil home visit terhadap 29 keluarga menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif menjadi pola yang paling dominan, menandakan meningkatnya kesadaran orang tua dalam menerapkan pengasuhan yang hangat namun tegas. Dari aspek komunikasi, lebih dari 80% keluarga telah membangun komunikasi yang cukup efektif dengan anak. Meski demikian, evaluasi juga menemukan tantangan yang masih perlu diperkuat, khususnya dalam pengendalian emosi orang tua dan penghentian praktik kekerasan dalam pengasuhan. Sebanyak 73% anak masih melaporkan pernah dibentak dan sebagian anak masih mengalami kekerasan fisik ringan. Kegiatan evaluasi ini menegaskan bahwa pendekatan Good Parenting telah membawa perubahan positif, namun membutuhkan pendampingan berkelanjutan dan dukungan lintas sektor agar praktik pengasuhan aman dan non-kekerasan dapat benar-benar mengakar.



“Pendampingan selama satu tahun oleh PKPA ini menunjukkan bahwa perubahan itu bisa terjadi. Orang tua mulai lebih mendengar, menahan emosi, dan membangun kedekatan dengan anak. Namun, proses pengasuhan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan terus-menerus, tidak hanya dari keluarga, tetapi juga dari lingkungan dan sistem layanan,” ujar Koordinator Program SC-KNH Ika Purnama Sari.
Salah satu orang tua peserta pendampingan juga menyampaikan perubahan yang dirasakannya. “Melalui pendampingan ini, saya telah belajar mengelola emosi dan memilih cara yang lebih tenang saat menghadapi kesalahan anak. Sekarang saya lebih sering mengajak anak berdiskusi dan dampaknya kian terasa. Hubungan kami semakin dekat, anak lebih terbuka, dan berani menyampaikan perasaannya,” ungkap Meyrani, salah satu orang tua dampingan PKPA di Kelurahan Lalang.
Melalui kegiatan ini, PKPA bersama pemangku kepentingan yang berhadir turut menyusun rekomendasi penguatan program dan kolaborasi lintas sektor, serta merumuskan langkah keberlanjutan agar keluarga dapat menerapkan Good Parenting secara lebih mandiri dengan dukungan sistem yang kuat di tingkat komunitas dan kota. (DMC)
Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA)
